Koneksi Antar Materi Modul Guru Penggerak 3.1

Pengaruh Filosofi KHD Pratap Triloka Terhadap Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran


Teknologi informasi mulai merambah dunia pendidikan, dimana teknologi informasi digunakan dalam proses pembelajaran. Akan tetapi perubahan yang terjadi saat ini bukan hanya pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga pada perubahan dan pergeseran aspek nilai moral dalam kehidupan masyarakat.

Akhir-akhir ini banyak sekali terjadi penyimpangan atau perbuatan yang tidak sesuai dengan  nilai etika, moral bahkan sampai pada penyimpangan terhadap norma-norma agama. Media sosial yang semakin beragam dan gadget yang semakin mudah dijangkau dan tidak diiringi dengan pendidikan nilai luhur, teladan, serta pantauan dari orang sekitar dapat memperparah kondisi para remaja, khususnya para pelajar. Pada media sosial tidak jarang dijumpai kalimat atau kata-kata yang sejatinya tidak mencerminkan jati diri seorang yang berakhlak mulia.

Situasi di atas mengakibatkan munculnya berbagai macam persoalan pembelajaran pada diri murid maupun sebagian guru yang juga merupakan bagian dari masyarakat umum. Kondisi ini pada akhirnya guru tidak jarang dihadapkan pada masalah-masalah di sekolah yang mengandung unsur dilema etika dan bujukan moral. Hal ini membuat peran guru sangatlah sentral dalam proses pendidikan. 

Dalam hal ini, guru sebagai seorang pamong dapat menggunakan sistem among dalam pembelajaran untuk menyampaikan terkait dengan karakter bagi para muridnya. Selain itu integrasi pratap triloka yang merupakan filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara menjadi sangat penting dalam konteks sekolah terutama dalam pengambilan keputusan bagi guru sebagai pemimpin pembelajaran.

Patrap Triloka memiliki 3 unsur penting, yaitu: 

(1) Ing ngarso sung tulodo 

(2) Ing madya mangun karso

(3) Tut wuri handayani

Ing ngarso sung tulodo, berarti bahwa seorang pemimpin (guru) haruslah memberikan contoh yang baik bagi orang yang dipimpinnya. Guru harus selesai dengan dirinya sendiri yang kemudian merefleksikan dalam keteladanan setiap mengambil keputusan terhadap murid-murid dan orang-orang disekitarnya. Keteladanan menjadi sebuah hal yang penting yang harus dimiliki karena akan berpengaruh pada tingkat kepercayaan orang-orang yang dipimpin olehnya.

Ing madya mangun karso berarti bahwa guru (pemimpin) harus bisa bekerja sama dengan orang yang di didiknya (murid). Sehingga pembelajaran yang dilakukan akan terasa mudah atau ringan yang semakin mempererat hubungan antara guru dengan murid, namun tidak melanggar etika jalur pendidikan. Dengan menerapkan ing madya mangun karso, guru diharapkan mampu menjadi teman sekaligus sebagai pengganti orang tua murid saat di sekolah, sehingga guru dapat mengetahui kebutuhan belajar setiap murid. Salah satu kebutuhan belajar murid adalah keterampilan dalam mengambil keputusan. Karena itu dengan prinsip ing madya mangun karso ini guru dapat melakukan coaching terhadap para muridnya dalam mengambil yang dihadapi para murid baik yang mengandung unsur dilema etika. Secara tidak langsung guru dapat membantu mengembangkan dan menguatkan potensi yang ada dalam diri murid sehingga mereka mampu mengambil keputusan yang tepat bagi dirinya.

Tut wuri handayani yaitu memberi kesempatan kepada siswa untuk maju dan berkembang. Memberikan ilmu-ilmu dan bekal-bekal yang akan menambah wawasan dan kepintaran murid tidak akan menjadikan guru tersebut merugi. Disinilah guru berperan sebagai coach dan motivator, yang selalu mendorong murid untuk terus berkembang dan maju serta mampu mengambil keputusan-keputusan yang tepat untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Pendidikan saat ini adalah pendidikan yang bersifat individu dan sekaligus juga sosial, pendidikan bersifat individual karena memperhatikan aspek pribadi yang unik dengan segenap kemungkinannya. Sedangkan pendidikan bersifat sosial karena mengkaitkan pribadi dengan sesama manusia untuk hidup bermasyarkat. Dalam hal ini penting bagi guru untuk mampu mengambil keputusan yang tepat dalam pembelajaran berdiferensiasi serta terintegrasi pembelajaran sosial-emosional. Tentu tak semudah membalikan telapak tangan apalagi ketika dalam proses tersebut dihadapkan pada dilema etika. 

Pengambilan keputusan adalah sebuah proses menentukan sebuah pilihan dari berbagai alternatif pilihan yang tersedia. Seorang guru terkadang dihadapkan pada suatu keadaan dimana ia harus menentukan pilihan (keputusan) dari berbagai alternatif yang ada. Proses ini terkadang amatlah rumit karena berdampak pada dirinya dan lingkungan sekolahnya. Belum lagi pertentangan nilai-nilai yang tertanam dalam dirinya akan mempengaruhi prinsip-prinsip dalam mengambil suatu keputusan. Setiap orang dapat membuat keputusan, akan tetapi dampak keputusan yang ditimbulkan berbeda-beda. Ada yang sempit dan ada pula yang luas ruang lingkup yang terkena dampak atau pengaruh tersebut.

Pada umumnya suatu keputusan dibuat untuk memecahkan permasalahan atau persoalan (problem solving) dan setiap keputusan yang dibuat pasti ada tujuan yang hendak dicapai. Karena itu agar pengambilan keputusan efektif maka seorang guru selain berpegang pada nilai-nilai kebajikan yang tertanam pada diri, perlu menerapkan sembilan langkah pengambilan dan pengujian keputusan sebagai berikut:

1. Mengenali ada nilai-nilai yang saling bertentangan

2. Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini

3.  Mengumpulkan fakta-fakta yang relevan

4. Pengujian benar atau salah, dengan : uji legal, uji regulasi, uji intuisi, uji halaman depan koran dan uji panutan/ idola

5. Pengujian paradigma benar lawan benar

6. Prinsip pengambilan keputusan

7. Investigasi opsi trilemma

8.  Buat keputusan

9. Tinjau lagi keputusan yang dibuat dan refleksikan

Dalam dunia pendidikan banyak sekali menuntut kita untuk mengambil suatu keputusan dan itu bukanlah hal yang mudah. Tak jarang kita sebagai guru dalam mengambil suatu keputusan tidak melakukan kembali refleksi atau pengujian ulang dari hasil keputusan yang dibuat. 

Oleh karena itu pengambilan keputusan yang baik dapat dicapai melalui proses belajar dan latihan serta pengalaman yang cukup. Agar dapat memperbaiki kualitas pengambilan keputusan itu sendiri seorang guru harus secara terus-menerus mencari jalan untuk lebih bijaksana, rasional, sistematis dan terstruktur di dalam pengambilan keputusan. 

Komentar

  1. Kereeeen...bu heny..👍👍

    BalasHapus
  2. Sebagai guru dalam pemimpin pembelajaran di kelas memang dibutuhkan bekal pengetahuan dalam pengambilan keputusan, semoga sukses terus bu guru heni

    BalasHapus
  3. Semoga kita sebagai guru dapat mengambil keputusan yang efektif dan dapat melakukan refleksi atau pengujian ulang dari hasil keputusan yang dibuat,
    Sehingga keputusan yang dibuat mencapai tujuan yg baik antara guru dan murid .
    Sukses selalu buat bu henni .

    BalasHapus
  4. Semoga kita sebagai guru dapat mengambil keputusan yang efektif, dan bisa merefleksi diri atau menguji ulang keputusan yang dibuat,sehingga keputusan yg kita buat mencapai tujuan yang baik antara guru dan murid
    Sukses terus bunda henni,,💪💪

    BalasHapus
  5. Luar biasa Bu heni....,
    Kita sebagai guru , harus bisa mengambil keputusan yg efektif...,

    Sukses sllu ya....,
    Aamiin.

    BalasHapus
  6. Sangat setuju....semoga guru selalu diberi kemampuan untuk menerapkan patrap triloka dalam mendidik tunas2 bangsa...smngat dn sukses bu henni...

    BalasHapus
  7. Karena guru adalah tut wuri handayani ... Jadi pengambilan keputusan yg efesien sangatlah di perlukan ...

    Sukses terus Bu Henni ... Maju trus Guru Penggerak ....

    BalasHapus
  8. Patrap Triloka Kihajar Dewantara sangat besar terhadap pengambilan keputusan bagi Pemimpin pembelajaran / guru, dan Triloka ini sangat baik di terapkan di Indonesia, Pendidik sebagai model
    yg harus bisa memberikan contoh keteladanan yg baik, motivator, dan mampu memberikan perubahan- perubahan, memberikan ilmu dan wawasan dalam mengembangkan potensi anak, sebagai coaching yang memberikan kesempatan kepada anak untuk mengambil keputusan yang baik , tepat dan dapat di laksanakan bersama- sama.
    Good luck bunda Nyimas Henni Wardani..👍🙏

    BalasHapus
  9. luar biasa bu Henny.....Maju terus Guru Penggerak......semangat bu henny

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENERAPAN BUDAYA POSITIF DALAM MEWUJUDKAN PEMBENTUKAN KARAKTER BAGI WARGA SEKOLAH

Program Yang Berdampak Pada Murid