Program Yang Berdampak Pada Murid
PORTOFOLIO AKSI NYATA PAKET MODUL 3CGP-NYIMAS HENNI WARDANIKabupaten Cirebon
Deskripsi
Pendidikan adalah sebuah usaha yang dilakukan secara sadar untuk mencapai suatu tujuan tertentu dalam diri peserta didik. Sebagaimana yang tercantum dalam UU No. 20 Tahun 2003 pasal 1 yang berbunyi “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara”. Dari pengertian tersebut maka diharapkan adanya pembentukan karakter yang kuat dalam diri peserta didik pada proses pendidikan yang dialaminya.
Untuk itu dalam mewujudkan pembentukan karakter, perlu adanya pembiasaan-pembiasaan baik yang harus diterapkan dalam kegiatan pendidikan di lembaga kita. Hal ini akan sejalan dengan visi dan misi yang dibuat oleh lembaga tersebut. Sebab setiap lembaga pasti memiliki visi dan misinya masing-masing.
Pembiasaan-pembiasaan baik ini bisa kita namakan budaya positif, yang kita terapkan pada anak didik atau peserta didik dan juga seluruh warga sekolah lainnya.Di lembaga kami di TK Negeri Pembina Sumber Kabupaten Cirebon, kami memiliki beberapa tujuan pendidikan salah satu diantaranya yaitu penerapan pendidikan karakter pada peserta didik.
Aksi nyata kali ini dilakukan sebagai salah satu usaha untuk membentuk karakter dalam diri warga sekolah mulai dari kepala sekolah, guru, peserta didik, orangtua, dan staff karyawan sekolah lainnya yaitu dengan penerapan budaya positif pada seluruh warga sekolah.
Program pembiasaan yang dilakukan ini sebagai upaya membentuk karakter religius dalam diri peserta didik, yaitu dengan meningkatkan ketaqwaan melalui sikap taat dalam beribadah. Karena peserta didik kami hampir seluruhnya beragama Islam, maka program yang dilakukan adalah pembiasaan sholat Dhuha di pagi hari, sebagai upaya menanamkan ketaqwaan sejak dini dan mengenal kewajiban ibadah agama yang dianutnya. Hal ini merupakan bentuk pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran, sebab ada siswa kami yang bukan beragama islam. Dalam program ini tidak hanya karakter yang terbentuk dari segi kognitif dan bahasa pun peserta didik secara tidak langsung dapat menghafal dan lancar dalam mengucapkan bacaan dan do'a dalam setiap gerakan sholat. Program ini merupakan bentuk kegiatan yang berdampak pada murid.
Untuk itu dalam pelaksanaannya kami bekerjasama dengan orangtua murid untuk menjalankan program ini agar berjalan lancar, meskipun dalam kondisi pandemi. Kami memberitahukan kegiatan ini melalui grup WhatsApp setiap kelas, bahwa akan dilaksanakan kembali kegiatan sholat Dhuha bersama di sekolah meskipun kegiatan belajar di shift. Kami meminta kepada orang tua agar membekali anaknya peralatan sholat setiap hari kecuali peserta didik yang non muslim. Kegiatan ini dilakukan dipagi hari sebelum pembelajaran inti dimulai. Dan orang tua pun banyak yang merespon positif. Sebagian besar anak-anak hadir lebih awal, meskipun ada saja yang tetap datang terlambat.
Kurang lebih dalam sebulan ini kegiatan sholat Dhuha bersama berjalan lancar, dan anak-anak pun merasa nyaman dan senang dalam mengikuti kegiatan ini. Anak-anak semangat dan antusias dalam mengikuti setiap gerakan sholat. Bacaan sholat anak-anak pun semakin ada perubahan dari yang awalnya belum bisa menjadi bisa, yang belum lancar menjadi lancar.
Perasaan
Perasaan ketika melaksanakan program pembiasaan sholat Dhuha bersama ini adalah perasaan tidak yakin anak-anak akan lancar karena kehadiran di sekolah tidak full karena dishift.Hal ini dirasakan karena masih banyak peserta didik yang tidak hadir saat jadwal shiftnya tiba, sehingga secara otomatis tidak rutin mengikuti kegiatan sholat Dhuha bersama.
Setelah program ini dilaksanakan dan berjalan kembali dari yang terakhir dilakukan adalah saat sebelum pandemi covid-19 berlangsung. Dari program ini peserta didik kembali disiplin hadir tepat waktu ke sekolah karena ingin mengikuti kegiatan ini. Peserta didik pun mulai kembali sedikit hafal dan lancar dalam membaca bacaan dan gerakan sholat.
Pembelajaran
Pembelajaran yang didapat daripelaksanaan program ini yaitu menanamkan danmeningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, mengenal kegiatan ibadah sehari-hari, menanamkan sikap taat beribadah. Selain karakter religius yang terbentuk, program ini juga meningkatkan kemampuan kognitif dan bahasa peserta didik khususnya anak usia dini yaitu dapat hafal dan lancar dalam membaca bacaan do'a gerakan sholat. Karena dalam program ini, guru bertugas membimbing bacaan gerakan sholat dengan menjaharkan bacaan, sehingga terdengar oleh peserta didik dan terekam dalam memori mereka. Mengapa strategi ini yang kita ambil, sebab anak usia dini adalah masa golden age, mereka merekam apa yang mereka lihat dan dengarkan. Dan ini lah kesempatan kita untuk memberikan dasar pondasi yang kuat dari segi aqidah sebagai proses pembentukan akhlaq dan karakter.
Selain itu kegiatan ini pun akan melatih anak untuk bisa bersikap disiplin, baik disiplin dalam waktu maupun ibadah. Namun bukan hanya anak yang akan terbentuk kedisiplinannya, warga sekolah yang lain juga akan melakukannya. Karena tidak mungkin anak dihimbau untuk hadir tepat waktu sedangkan gurunya datang terlambat. Dengan demikian akhirnya program ini akan menjadi sebuah budaya positif yang terbentuk dalam diri anak dan juga warga sekolah lainnya termasuk kami para gurunya.
Penerapan kedepan
Program ini sebenarnya dilaksanakan dalam situasi yang dilema, dimana sampai saat ini pandemi covid19 belum berakhir. Sementara saya merasa kegiatan ibadah anak di sekolah sebagaimana program sebelum pandemi semakin berkurang dan untuk praktek ibadah ini hampir tidak dilaksanakan karena pembelajaran dilakukan secara BDR/ PJJ. Ketika saat kita boleh mulai melakukan tatap muka dengan prokes yang ketat, saya pun mengusulkan kepada kepala sekolah agar program praktek ibadah ini dilaksanakan kembali, namun tentunya dengan tetap penjaga prokes yang baik. Kepala sekolah menyetujui dan akhirnya kegiatan rutin pagi ini pun alhamdulillaah selama kurang lebih sebulan ini dapat berjalan meskipun peserta didik tidak melakukannya setiap hari karena jadwal belajar mereka di sekolah di shift. Mudah- mudahan ke depan tepatnya di tahun ajaran baru besok, sekolah mulai masuk kembali dengan normal dimana peserta didik bisa hadir ke sekolah secara keseluruhan dan jadwal berangkat kembali menjadi setiap hari tanpa shift. Sehingga program pembiasaan ini dapat berjalan dengan rutin dan maksimal. Sehingga dapat mewujudkan hasil yang maksimal pula.
Foto-foto Saat Program Sholat Dhuha

















Komentar
Posting Komentar